Puasa dan Kepekaan Sosial di Tengah Resesi Ekonomi
![]() |
| Ilustrasi (net) |
Oleh: Harmegi Amin*
Puasa adalah praktik agama yang melibatkan menahan diri dari makan dan minum selama periode waktu tertentu. Selain aspek spiritualnya, puasa juga memiliki manfaat sosial dan kesehatan yang penting. Di tengah resesi ekonomi saat ini, puasa dapat menjadi cara untuk membantu meningkatkan kepekaan sosial dan mempromosikan solidaritas di antara orang-orang yang terkena dampaknya.
Maka dengan bulan puasa, diharapkan orang-orang yang lebih beruntung berkecukupan ekonomi kiranya dapat mengambil hikmah untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal dan memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Puasa diharapkan dapat membantu memperkuat relasi sosial, bukan hanya peningkatan spritualitas tansendental semata, tetapi bagaimana puasa dapat memperkuat jalinan sesama. Begitulah kiranya Tuhan menghadirkan Ramadhan sebagai alat pembebasan terutama kepada kaum mustadafin (fakir miskin dan anak-anak yatim). Manusia dapat berbagi makanan dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama-sama yang dapat membantu memperkuat hubungan kemanusian dan meningkatkan rasa solidaritas.
Salah satu cara yang efektif untuk mempraktikkan kepekaan sosial selama bulan puasa adalah dengan membagikan makanan buka puasa kepada mereka yang membutuhkan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di tengah resesi e!konomi saat ini banyak orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka dan bahkan sulit untuk membeli makanan untuk berbuka.
Dengan membagikan makanan buka puasa, orang-orang yang berpuasa dapat menunjukkan empati dan memperkuat ikatan sosial dengan orang yang membutuhkan. Melalui amalan ini, orang-orang dapat merasakan kebahagiaan yang datang dari memberi dan menerima, yang dapat meningkatkan rasa solidaritas dan membantu mengatasi kesulitan sosial dan ekonomi saat ini.
Dalam Islam, membagikan makanan buka puasa kepada orang lain adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak ganjaran atau kebaikan. Beberapa dari ganjaran tersebut antara lain:
Pahala dari Allah SWT: Orang yang membagikan makanan buka puasa kepada orang lain dilakukan dengan tujuan mencari keridhaan Allah SWT. Allah SWT berjanji memberikan pahala kepada orang yang beramal shalih, termasuk yang membagikan makanan buka puasa.
Dapat diampuni dosa-dosa: Dalam beberapa hadis, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa orang yang membagikan makanan buka puasa kepada orang lain akan diampuni dosa-dosanya dan akan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.
Peningkatan kebaikan dan pahala: Orang yang membagikan makanan buka puasa kepada orang lain juga akan mendapat pahala dan kebaikan lainnya, seperti peningkatan kebaikan dalam amal ibadah dan peningkatan nilai amal dalam kehidupan sehari-hari.
Memperoleh keberkahan: Memperoleh keberkahan adalah salah satu ganjaran bagi orang yang membagikan makanan buka puasa. Allah SWT akan memberikan keberkahan dalam hidup dan rejeki mereka.
Dapat meraih syafa'at Nabi Muhammad SAW: Orang yang membagikan makanan buka puasa akan mendapat syafa'at atau bantuan dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. Dalam beberapa hadis, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa orang yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan memperoleh syafa'atnya di hari kiamat.
Dalam rangkaian yang lebih luas, membagikan makanan buka puasa adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak ganjaran atau kebaikan. Selain mendapat ganjaran tersebut, orang yang membagikan makanan buka puasa juga dapat membantu orang yang membutuhkan dan memperkuat ikatan sosial di antara mereka. (●)
*Ketua Pemuda Muhammadiyah Majene, mahasiswa Pascasarjana UAD Yogyakarta.
.jpeg)
Comments
Post a Comment