Posts

Kuantar Pulang 4: Mata Bapak yang Liar

Image
Foto: Beritalangitan.com Mata Bapak yang Liar Bapak duduk di kursi kayu. Matanya liar memandangi satu persatu isi rumah. Tak lama duduk, ia bangkit berdiri, berjalan mengitari seisi rumah panggung kami. Masuk kamar kami, lalu keluar, menuju ke semua sudut sambil matanya memperhatikan seksama barang-barang bekas dan benda dalam rumah. Bahkan, dua lemari kaca turut dibuka satu persatu. Entah apa maksudnya, bapak seolah memeriksa semua keadaan. "Ada apa," tanya kakakku yang perempuan. "Tidak, saya lama tidak memeriksa rumah dan barang-barang ini," kata bapak melempar pandangan ke arah tak menentu. Memang, akhir-akhir ini teramat sulit menatap mata bapak. Entah kenapa ia selalu berpaling dari tatapan orang. Hingga si kecil, anak kedua dari kakakku yang perempuan pun menjadi seolah sesuatu yang lain. Tak seperti biasa, Diba, nama anak kedua kakakku itu seperti biasa saja di mata bapak. Sungguh aneh, Diba yang lagi lucu-lucunya menjadi sosok yang seolah tak...

Kisah Pengantin Meninggal di Jam Ijab Kabul

Image
SUNGGUMINASA - Nahas dialami La Ode Muhammad Khalid, Pria (20). Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ini harus rela kehilangan calon isterinya, Rusmita Daeng Rannu (20) saat prosesi pernikahan akan dilangsungkan. Itha panggilan akrab almarhumah, menghembuskan nafas terakhirnya di jam ketika dia harus mendengar Muhammad Khalid sang pujaan hati seharusnya mengucap ijab kabul. Akibatnya, tenda yang didirikan sedianya untuk para tetamu undangan pernikahan, justru dipenuhi oleh pelayat yang mengucapkan belasungkawa. Paman Almarhumah Daeng Rala yang ditemui di rumah duka di Bonto Bado, Desa Kallemandale, Kecamatan Bajeng Barat menceritakan, satu minggu sebelum ijab kabul dilangsungkan, Itha jatuh sakit. Padahal selama ini, almarhumah tak mengidap penyakit apapun. Setelah tersentuh medis, almarhumah yang juga mahasiswa PNUP ini didiagnosa menderita tipes dan akhirnya meninggal, Rabu (8/11) "Sudah tiga hari memang dirawat di ICU sebelum akhirnya Almarhumah meninggal di jam s...

Kuantar Pulang 3: Bapak Dalam Kenangan

Image
Foto: metrocebo.com Bapak Dalam Kenangan Suatu sore yang indah. Nuansa hening menyelimuti desa kami. Tak ada suara kecuali kicau burung yang seirama nyanyian angin. Kakakku yang perempuan duduk di beranda rumah panggung. Rumah kami ketika belum dirobohkan, atau lebih tepatnya direhab. Di depan terbentang gunung mengitari kampung. Pohon-pohon berjajar asri. Ada dedaun rumbiah menari-nari tak jauh dari atap rumah tetangga. Yang ketika pagi aku biasanya duduk menatapi dedaun itu. Karena konon, menatap dedaun hijau akan menjernihkan mata, lantas itulah jarang kulewatkan pagi duduk di teras jika aku sedang di desa. Sore ini aku tak di situ, melainkan di kota, kakakkulah yang duduk di situ, di sebuah kursi kayu nan tua. Seingatku kursi itu buatan bapak dikala aku masih SD. Dan tiba-tiba mata kakakku melotot kaget, seorang pria tua muncul di hadapannya mendadak. Ya, bapak. Tak disangka dia datang jauh dari kota. Ia muncul dengan baju kemejanya, celana kain berwarna hitam dan topi yan...

Menyambangi Warga Ulumanda di Balikpapan

Image
Sore itu sekitar pukul 15.00 WITA, mentari masih terasa menyengat ketika kami turun dari sebuah mobil honda jaz milik warga Tenggarong Kutai Kartanegara. Tepat di sebuah rumah mugil di atas bukit, kami bertiga turun dari mobil itu. Sang Sopir lalu berkata, bahwa ia hendak melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke Kutai Kartanegara. Kami pun mengucap terima kasih telah bersedia mengantar hingga ke Balikpapan. Oh ya, honda jaz itu kami rental (carter) kurang lebih 4 jam perjalanan Tenggarong-Balikpapan. Sewanya lumayan Rp. 500 ribu. 😆 Perjalanan kami dari Tenggarong ini adalah dalam rangka mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Bumi Etam Kutar. Saat mobil melaju turun dari bukit hendak meninggalkan KM 5 dan tentunya meninggalkan kami, seorang pria muda yang sedari tadi menjemput kami hingga ke jalan poros turun dari motor. Ia membuka pagar. "Ayo, silahkan masuk," kata pria itu. Saya dan lelaki itu tentu tak saling canggung. Dalam bahasa daerah pa'nei (bahas...

Kuantar Pulang 2: Ke Bukit Itu Kami Pergi

Image
Foto via Solopos.com Ke Bukit Itu Kami Pergi Malam itu aku tak bisa tidur. Hatiku gelisah, pikiran melayang jauh menjumpai kenangan masa kecilku. Aku memilikirkan banyak hal tentang bapak. Dulu ia lelaki perkasa, ulet dan tak pernah sakit. Kuasa Tuhan, kini wajah bapak berubah tampak lesuh. Kulitnya mulai keriput dan sakit-sakitan. Tapi ia masih tampak muda, umurnya memang baru sekitar 58 tahun. Oh ya, tiga bulan lalu, tepatnya bulan puasa, aku mengantar bapak ke sebuah klinik. Usai dironseng dan terima resep dokter, kami balik ke rumah kontrakan. Berkat minum obat rasa sakit di perut bapak kini mulai berkurang. Dokter menjelaskan bahwa kondisinya baik-baik saja. Pun ketika kuantar cek di rumah sakit dua pekan kemudian, bapak dalam kondisi sehat. "Fungsi hati dan ginjal baik," kata dokter yang memeriksanya. Aku pun membiarkan bapak pulang ke desa. "Saya ingin pulang dulu, sebab rumah kita mau diperbaiki," kata bapak padaku suatu malam. Awalnya aku mel...

Kenalkan Namaku Dwi Ani

Image
Namaku Dewi Ani, biasa dipanggil Dewi. Sejak kecil aku selalu hidup mandiri tanpa kasih sayang kedua orang tua selayaknya teman sebaya. Dalam keseharian jarang kujumpai ayah dan ibu, mereka sibuk dengan rutinitas masing-masing tanpa menghiraukan aku. Padahal, usiaku saat itu masih terlalu dini bila harus segalanya hidup mandiri tanpa peduli mereka. Suatu hari saat bulan puasa tiba,  sekolah mengadakan pesantren kilat dan acara buka bersama. Setiap teman sekolah yang kulihat, mereka sanggup ceria kembangkan senyum indahnya, sedang aku tidak. Aku tidak bernasib seperti teman lain, yang dipersiapkan bekal lengkap untuk berbuka, baju rapih dengan kerudung indah distrika.Saat ceramah agama dimulai, aku mendengarkan dengan seksama.Sesekali aku ikut tersenyum mendengar cerita lucu guru, namun saat guru bercerita tentang keluarga yang harmonis justru aku sedih, sebab apa yang aku rasakan sungguh jauh berbeda. Ayahku sering pergi dan jarang di rumah, sedang ibu berangkat subuh dan pu...

Gender; Emansipasi yang Mengerti Kodrat Manusia

Image
GENDER? Apa sih gender itu? banyak yang kita mungkin belum mengerti benar ataupun malah nggak tahu apa itu gender. Bahkan ada yang salah kaprah menganggap gender itu makhluk yang tidak perlu ada karena banyak merugikan pihak tertentu. Gender itu berasal dari bahasa latin “GENUS” yang berarti jenis atau tipe. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Kalau begitu antara gender dengan seks sama dong? Pertanyaan itu sering muncul dari pengertian kata asli dari genus atau gender itu sendiri. Hikayat Pembagian Peran Menurut Ilmu Sosiologi dan Antropologi, Gender itu sendiri adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. Gender ditentukan oleh sosial dan budaya setempat sedangkan seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan.Misalnya laki-laki mempunyai penis, mem...