Kisah Pengantin Meninggal di Jam Ijab Kabul

SUNGGUMINASA - Nahas dialami La Ode Muhammad Khalid, Pria (20). Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ini harus rela kehilangan calon isterinya, Rusmita Daeng Rannu (20) saat prosesi pernikahan akan dilangsungkan.

Itha panggilan akrab almarhumah, menghembuskan nafas terakhirnya di jam ketika dia harus mendengar Muhammad Khalid sang pujaan hati seharusnya mengucap ijab kabul.

Akibatnya, tenda yang didirikan sedianya untuk para tetamu undangan pernikahan, justru dipenuhi oleh pelayat yang mengucapkan belasungkawa.

Paman Almarhumah Daeng Rala yang ditemui di rumah duka di Bonto Bado, Desa Kallemandale, Kecamatan Bajeng Barat menceritakan, satu minggu sebelum ijab kabul dilangsungkan, Itha jatuh sakit.

Padahal selama ini, almarhumah tak mengidap penyakit apapun. Setelah tersentuh medis, almarhumah yang juga mahasiswa PNUP ini didiagnosa menderita tipes dan akhirnya meninggal, Rabu (8/11)

"Sudah tiga hari memang dirawat di ICU sebelum akhirnya Almarhumah meninggal di jam seharusnya dia menjalani pernikahan. Almarhumah menderita penyakit tipes," ujarnya, Kamis (9/11).

Sebelum masuk rumah sakit, Itha sempat juga mendapat perawatan puskesmas selama empat hari. Namun tidak lama, kondisi almarhumah kembali ambruk dan dibawa kembali ke rumah sakit.

"Yang ketiga kalinya ini baru kita bawa ke RSUD Syekh Yusuf. Disitu juga sepertinya dia berusaha sekali bertahan supaya bisa langsungkan ini acaranya. Tapi tidak bisa juga," katanya lagi.

Almarhum meninggal tepat pukul 11.00 wita siang kemarin. Dan langsung dimakamkan hari itu juga.(agn)

Berita ini diterbitkan SINDOnews.com dengan Judul: Mahasiswi Politeknik ini Meninggal Jelang Akad Nikah

Foto: Ilustrasi/ tribunnews.com

Comments

Popular posts from this blog

Ingin Kembali ke Rumah, Tapi Aku Bukan Anak Ayah Lagi

Berikut adalah Nama-nama 18 Tomakaka di Ulumanda

Perempuan Pembelajar Dari Cirebon